TUGAS PKKMB 2025 PRODI GIZI MEMBUAT ARTIKEL DENGAN TEMA GIZI & SUB TEMA KALSIUM KOMANDO

 




Pencegahan Stunting Dengan Camilan Kaya Kalsium Sebagai Makanan Tambahan Anak Balita di Desa Borisallo, Kec. Parangloe, Kab. Gowa



Stunting merupakan salah satu gangguan pertumbuhan pada anak Balita akibat dari kekurangan gizi kronik. Anak-anak yang menderita stunting tetap akan pendek dan mengalami keterlambatan perkembangan otak secara kognitif. Anak tersebut akan menghadapi kesulitan dalam belajar yang akan berdampak pada masa depan mereka. Stunting terjadi karena adanya kekurangan nutrisi mulai dari bayi berada dalam kandungan hingga masuk ke usia emas mereka. Secara global, jumlah kejadian stunting di dunia sebesar 163,4 juta di tahun 2015 menurun menjadi 149,2 juta atau 22,0% di tahun 2020, namun masih di atas Target WHO sebesar 20%. Kejadian stunting di Asia (53%) masih lebih tinggi dibandingkan di Afrika (41%) di tahun 20203. Hal ini menjadi masalah kesehatan secara global dan menjadi menjadi salah satu tujuan SDGs. Prevalensi stunting di Indonesia di tahun 2020 sebesar 24,4%4, mengalami penurunan menjadi 21,6% di tahun 2022. Meskipun demikian angka ini masih dibawah target WHO sebesar 20%. Untuk itu, Indonesia menargetkan angka stunting sebesar 14% di tahun 20245. Penyebab terjadinya stunting tidak hanya satu penyebab, namun berbagai hal yang menjadi penyebab (multidimensi), antara lain faktor gizi buruk, kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan dan gizi, masih terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya air bersih, dan lain sebagainya.  Untuk itu pemerintah mengadakan program kesehatan dalam rangka menurunkan angka stunting mulai dari tingkat nasional hingga tingkat pedesaan.



Penyuluhan Pembuatan Camilan Kaya Kalsium dengan Kegiatan Posyandu yang dilaksanakan sebulan sekali dirangkaikan dengan kegiatan penyuluhan pembuatan camilan kaya Kalsium untuk mencegah stunting pada anak Balita, oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muslim Indonesia terdiri dari Dr. Wardiah Hamzah, SKM, M.Kes dan Nasruddin Syam, SKM, M.Kes.serta mahasiswa FKM UMI sebanyak 2 orang.Sebelum melakukan kegiatan ini, terlebih dahulu berkoordinasi dengan Ketua Kader Posyandu Melati I Desa Borisallo, Kec. Parangloe, Kab. Gowa. Di dampingi oleh kader Posyandu, penyuluhan dilaksanakan setelah kegiatan Posyandu berakhir, pada tanggal 9 November 2023. Penyuluhan diadakan pada saat Posyandu oleh karena ibu ibu berkumpul dan datang ke Posyandu untuk menimbang anak Balita mereka sebanyak 20 orang. Materi penyuluhan dipersiapkan oleh Dr. Wardiah Hamzah, SKM, M.Kes dan Nasruddin Syam, SKM, M.Kes dengan melibatkan mahasiswa. Penyuluhan ini diikuti oleh Ibu yang memiliki anak Balita di Desa Pucak, Kec. Tompobulu, Kab. Maros khususnya pada petani yang aktif dalam kegiatan pertanian mulai dari penanaman benih, pembajakan sawah, pemupukan, penyemprotan hingga panen

Materi penyuluhan terdiri atas :

(1) Dampak Stunting, 

(2) Cara mencegah stunting, dan

 (3) camilan yang mengandung kalsium tinggi yang dapat mencegah anak tumbuh dengan stunting.

Metode penyuluhan dilakukan dengan cara diskusi dan dialog dengan masyarakat. Karena dilakukan di Posyandu dengan membawa anak Balita mereka sehingga materi disampaikan dengan santai serta diskusi yang menunjukkan antusiasme ibu, meskipun dengan masih memangku anak Balita mereka.

Penyuluh (Dr. Wardiah Hamzah, SKM, M.Kes dan Nasruddin Syam, SKM, M.Kes) menyampaikan bahwa dampak dari stunting. Stunting merupakan salah satu gangguan pertumbuhan pada anak Balita akibat dari kekurangan gizi kronik. Anak yang mengalami stunting akan berdampak pada perkembangan fisik dan mental sehingga anak tersebut tidak dapat menerima pelajaran secara optimal dibandingkan dengan anak normal.

Asupan makanan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kognitif anak Balita. Untuk itu diharapkan anak Balita di masa pertumbuhan emasnya kebutuhan akan gizi terpenuhi dengan baik sehingga stunting dapat dicegah. Asupan makanan meliputi mikronutrien dan makronutrien. Salah satu mikronutrien dalam makanan adalah kalsium. Asupan kalsium dapat membantu tulang dan gigi anak balita. Apabila kecukupan zat Kalsium dapat terpenuhi dalam tubuh anak Balita, maka tulang dan gigi dapat bertumbuh secara optimal yang dapat mencegah stunting pada anak Balita.

Penyuluh juga menyampaikan informasi mengenai camilan yang mengandung kalsium tinggi. Kalsium dapat diperoleh dari susu, kacang-kacangan, bayam, daun ubi, ikan teri dan lain sebagainya. Camilan merupakan makanan pendamping yang sangat disukai oleh anak Balita, sehingga untuk mencegah stunting seorang ibu dapat membuat atau memberikan camilan yang banyak mengandung kalsium, diantaranya dengan cara memilah jajanan atau cemilan yang tepat bagi anak seperti permen atau biskuit yang mengandung susu, membuat kripik bayam, camilan yang terbuat dari kacang (tenteng dan putu jawa) dan sebagainya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan oleh ibu ibu. Mereka menanyakan tentang asupan makanan yang tidak cukup bagi ibu hamil yang menderita ngidam atau emisi. Penyuluh menyarankan bagi ibu hamil yang sering mengalami mual dan muntah, hendaknya berusaha menghindari penyebab dari mual dan muntah tersebut. Selain hal itu ibu hamil berusaha menjaga aspek psikologis selama hamil, seperti menghindari stress dan selalu merasa bahagia.


Penyuluhan pembuatan camilan kaya kalsium yang dilakukan di Posyandu setelah kegiatan rutin Posyandu kepada 20 orang ibu. Ibu yang memiliki anak balita mengalami rerata peningkatan pengetahuan. Pemberian makanan tambahan berupa bubur manado, makanan yang banyak mengandung kalsium. Selain itu pemberian camilan kaya kalsium berupa susu, biscuit dan permen sebagai contoh camilan yang menjadi jajanan anak Balita.




Afrinis N, Besti V, Anggraini HD. Formulasi dan Karakteristik Bihun Tinggi Protein dan Kalsium dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius

Hypopthalmus) Untuk Balita Stunting. Media Kesehat Masy Indonesia. 2018;14(2).

Beal T, Tumilowicz A, Sutrisna A, Izwardy D, Neufeld LM. A review of child stunting determinants in Indonesia. Vol. 14, Maternal and Child Nutrition. 2018.

Dinkes Prof. Sulawesi Selatan. Profil Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan. Makassar;2022.

Kementrian Kesehatan RI. Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4% [Internet]. Jakarta; 2023. Available from:

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230125/3142280

Kementrian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021. jakarta; 2022.

Margawati A dkk. Variasi Menu Balita Stunting. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro; 2022. RI KDP. Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. jakarta; 2017.

Sintiawati N, Suherman M, Saridah I. Partisipasi Masyarakat Dalam Mengikuti Kegiatan Posyandu. Lifelong Educ. 2021;1(1).

UNICEF; WHO; WORLD BANK. Levels and trends in child malnutrisi. USA: UNICEF, WHO and the World Bank Group; 2021.

Zurhayati Z, Hidayah N. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada BalitA. JOMIS (Journal Midwifery Sci. 2022;6(1). 



Website

UNUSA

FKES


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume : Cegah Sindrom Metabolik Lewat Pola Hidup Sehat

RESUME DAY 1 PKKMB